Senin, 09 Oktober 2017

Tugas Magang 2017



Tugas kelompok

Membuat mini buletin dengan rubrik
- Cover
- ‎Profil tokoh (bebas boleh siapa saja)
- ‎Artikel bebas
- ‎Fakta dan mitos / hiburan
Dengan format :
- Dicetak berwarna dengan kertas HVS ukuran A5
- ‎Pada tiap rubrik dituliskan siapa yang bertugas (misal reporter si A, editor si B)

Tugas individu

1. Menulis esai berupa deskripsi gambar yang sudah di post di blog hmpd semaku dengan format :
- Gambar
- Identitas (Nama, angkatan)
- ‎judul
- ‎isi

Ketentuan penulisan :
- Judul : Font calibri, ukuran 14, align center
- ‎Identitas dan isi : font calibri, ukuran 12, justify
- ‎ukuran kertas a4, margin 4,4,3,3
- ‎Gambar in line with text
- ‎minimal 300 kata
- ‎Menggunakan bahasa, ejaan, dan tanda baca yang baik dan benar
- ‎file disimpan dalam bentuk .doc dengan identitas_kelompokmagang

2. Mencari 5 orang untuk follow sosial media hmpd semaku (ig, oa) lalu mintakan buktinya berupa screenshot.

Tugas individu dikumpulkan ke email usemaku@gmail.com dalam bentuk .zip dan subjek Magang_Infokom2017
    

Senin, 29 Mei 2017

Hari Lanjut Usia Nasional 2017


Setiap orang pasti akan berada pada usia lanjut, hal ini tidak dapat dihindari karena merupakan suatu proses alamiah dari tubuh manusia. Orang-orang dengan Usia lanjut atau yang sering kita kenal dengan Para Lanjut Usia memiliki kontribusi yang sangat besar dalam pencapaian kesejahteraan dan pembangunan bangsa di seluruh dunia. Menurut WHO, di kawasan Asia Tenggara populasi Lansia sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa. Pada tahun 2050 diperkirakan populasi Lansia meningkat 3 kali lipat dari tahun ini. Pada tahun 2000 jumlah Lansia sekitar 5,300,000 (7,4%) dari total populasi. Sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia sekitar 80.000.000.

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas.  Sebagai wujud dari penghargaan terhadap orang lanjut usia, pemerintah membentuk Komnas Lansia (Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia), dan merancang Rencana Aksi Nasional Lanjut Usia di bawah koordinasi kantor Menko Kesra. Komnas Lansia dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 52 tahun 2004 dan bertugas sebagai koordinator usaha peningkatan kesejahteraan sosial orang lanjut usia di Indonesia. Lanjut Usia dengan kapasitasnya sebagai penduduk senior memiliki kebijakan, kearifan serta pengalaman berharga yang dapat dijadikan teladan bagi generasi penerus dalam menentukan arah kehidupan pembangunan nasional dimasa mendatang (Kemsos, 2017). Maka dari itu dalam membangun sistem kehidupan berbangsa dan bernegara, bangsa Indonesia selalu berlandaskan pada ikatan kekeluargaan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur keagamaan dan budaya, menghargai peran serta kedudukan lanjut usia dalam keluarga maupun masyarakat. Menurut Kementerian Sosial pada tahun 2017 Undang-Undang No.13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan bahwa program atau kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia, karena lanjut usia memiliki pengalaman, keahlian dan kearifan untuk berperan serta dalam pembangunan nasional. Salah satu implementasi pembangunan kesejahteraan sosial berorientasi terhadap kesejahteraan lanjut usia adalah dengan menetapkan dan memperingati Hari Lanjut Usia Nasional. Penetapan dan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Indonesia diperingati setiap tanggal 29 Mei. Penetapan tanggal tersebut adalah untuk mengingatkan nilai historis dan strategis karena pada tanggal 29 Mei 1945 dilaksanakan sidang I BPUPKI yang dipimpin oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat anggota paling sepuh (tertua), yang dengan kearifannya mencetuskan gagasan perlunya dasar filosofis negara Indonesia. Pelaksanaan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) diharapkan dapat dilaksanakan oleh semua masyarakat di Indonesia terutama ditingkat propinsi dengan terpadu, terarah, dan berhasil guna mencapai masyarakat Indonesia yang makmur juga sejahtera sesuai dengan sila ke-4 dan 5 Pancasila. Hidup Indonesia!


    

Jumat, 03 Maret 2017

Telinga Sehat Hidup Lebih Bahagia




Mata adalah jendela untuk kita melihat dunia, tetapi pendengaran membantu kita untuk merasakan dunia. Saat pendengaran kita memburuk, hidup kita pun akan terasa demikian. Ketika seseorang mengalami gangguan pendengaran maka rangsangan yang diterima oleh telinga juga akan  berkurang  seiring waktu akan mempengaruhi kemampuan otak dalam memproses suara dan mengenali percakapan. Bahkan kita dapat kehilangan pendengaran seutuhnya atau tidak mendengar sama sekali, hal itu dapat membuat  ketajaman jiwa dan kemampuan komunikasi memburuk. Pendengaran tidak hanya mempengaruhi kemampuan komunikasi tetapi juga kemampuan kognitif karena mendengar dapat menyerap 20% informasi, angka ini lebih besar dibandingkan dengan membaca yang hanya menyerap 10% informasi.

Ternyata suara yang dapat kita dengar tidak hanya sekedar suara yang masuk melalui telinga dan dapat kita dengar. Tetapi suara yang dapat kita dengar memiliki proses panjang agar dapat kita dengar. Telinga itu sendiri memiliki tiga bagian utama dan memiliki fungsi masing-masing. Telinga bagian luar yang terdiri dari daun telinga dan liang teinga yang berfungsi untuk menangkap suara di sekitar. Setelah suara ditangkap suara akan disalurkan melalui liang telinga. Pada bagian ini, suara diubah menjadi getaran dan yang akan disalurkan ke tulang-tulang pendengaran dengan bantuan gendang telinga. Saat telah menjadi getaran suara tulang-tulang pendengaran akan membuat suara masuk ke telinga bagian dalam. Setelah berada di telinga dalam getaran suara itu akan masuk ke dalam koklea atau rumah siput yang berisi cairan dan terdapat rabut halus di dalamnya. Getaran yang di buat oleh koklea akan menyampaikan sinyal ke otak sebagai suara yang dapat kita dengar. Selain sebagai alat pendengaran, telinga juga merupakan organ keseimbangan. Telinga berfungsi mengatur dan menjaga kesimbangan tubuh karena organ ini berhubungan dengan saraf di otak yaitu Nervus ke VIII yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan mendengar. 

Menurut WHO hingga tahun 2015, diperkirakan sebanyak 360 juta (5,3%) orang di dunia mengalami gangguan pendengaran, 328 juta (91%) diantaranya adalah orang dewasa, serta 32 juta (9%) lainnya anak-anak. Prevalensi gangguan pendengaran ini meningkat seiring bertambahnya usia. Begitu banyak penyebab gangguan pendengaran ini seperti, paparan bising, infeksi, dan sumbatan kotoran telinga.

Begitu pentingnya telinga bagi manusia. Maka kita harus tetap menjaga kesehatan organ pendengaran kita. Terapkan pola hidup bersih dan sehat, hindari kebisingan serta lakukan pemeriksaan atau deteksi dini adanya ganguan pendengaran. Karena telinga yang sehat berawal dari telinga yang bersih dan pendengaran yang baik adalah pendengaran yang sehat dan berawal dari telinga yang sehat. Pendengaran yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup agar mencapai kebahagiaan.
    

Jumat, 10 Februari 2017

Data Kelompok Peserta dan Tata Tertib Peserta Tour De FKIK "CHLAMYDIA" 2017


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Gimana kabar kalian semua sehat kan?
Udah tidak sabar ya menunggu Minggu, 12 Februari 2017? Panitia juga udah tidak sabar lho :)
Ada sedikit pengumuman nih untuk kalian semua peserta Tour De FKIK 2017.


KELOMPOK TUTORIAL
Jadi seluruh peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok selama kegiatan tutorial berlangsung,. Adapun daftar kelompok peserta dapat dilihat pada file yang tertera pada link di bawah ini. Pastikan namamu tertera dalam data tersebut ya.

CLICK: http://bit.ly/KelompokTDF




PERATURAN DAN TATA TERTIB PESERTA TOUR DE FKIK 9th 2017

1. Peserta datang pukul 6.30 untuk melakukan registrasi di lobby C Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2. Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan TDF dengan tertib sampai akhir acara.
3. Peserta wajib menjaga sikap dan sopan santun terhadap seluruh civitas akademika UMY, pemateri, panitia, dan sesama peserta lainnya.
4. Peserta wajib melakukan 5S terhadap seluruh civitas akademika UMY, pemateri, panitia, dan sesama peserta lainnya.
5. Peserta membawa perlengkapan alat sholat masing-masing khususnya untuk putri membawa mukena.
6. Peserta wajib membawa buku catatan dan alat tulis
7. Peserta wajibmembawa kartu pelajar atau kartu identitas lainnya(KTP/SIM/PASPOR).
8. Peserta membawa obat-obatan pribadi.
9. Peserta mengenakan pakaian:
     - Bagi peserta yang masih duduk di bangku SMA mengenakan seragam OSIS (putih abu abu), tetapi bagi peserta yang di SMA tidak memiliki seragam OSIS maka mengenakan seragam yang ada di SMA
     - bagi peserta yang merupakan alumni SMA, mengenakan bawahan celana panjang kain non jeans dengan atasan berkerah bagi laki, sedangkan perempuan memakai bawahan rok dan atasan bukan kaos
    - peserta wajib mengenakan pakaian dengan rapi dan sopan
    - peserta wajib mengenakan sepatu
10. Peserta dilarang mencuri, merampok, melakukan tindakan asusila, kekerasan, dan tindakan kriminal lainnya kepada siapapun.
11. Peserta dilarang membawa dan menggunakan benda tajam dalam bentuk apapun, narkoba, minuman keras, rokok, dan barang-barang yang tidak berhubungan dengan TDF 2017.
12. Peserta wajib menjaga kebersihan,ketertiban dan keamanan lingkungan selama acara TDF 2017 berlangsung.
13. Peserta diharapkan memperhatikan jadwal kegiatan beserta estimasi waktunya,  agar acara dapat berjalan tepat waktu.
14. Peserta wajib menaati peraturan dan tata tertib yang telah dibuat,  bagi peserta yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan bentuk pelanggaran yang telah dilakukan.





PERATURAN KHUSUS LABORATORIUM

1. Peserta wajib menjaga keamanan dan ketertoban saat Tour De FKIK sedang berlangsung.
2. Peserta dilarang menyentuh dan menggunakan peralatan praktikum yang ada di laboratorium,  ruang tutorial,  dan ruang skills lab FKIK UMY tanpa seijin panitia.
3. Peserta dilarang merusakkan fasilitas yang ada di FKIK UMY.
4. Peserta dilarang merusakkan preparat dan alat di laboratorium yang ada.
5. Peserta diwajibkan menjaga adab dan tidak melecehkan saat bertemu dengan guru besar FKIK UMY
6. Peserta dilarang mengoperasikan Handphone saat acara Tour De FKIK berlangsung.
7. Peserta dilarang mengambil gambar dan video pada saat TDF berlangsung di ruang skills lab,  laboratorium,  mini hospital dan ruang tutorial.
8. Peserta wajib menjaga kekondusifan saat berada di laboratorium, skills lab dan mini hospital saat Tour De FKIK berlangsung
9. Peserta dilarang mencuri dalam bentuk apapun di lingkungan UMY
10. Untuk perizinan ke kamar mandi maksimal 3 orang dan bergantian
11. Saat peserta ingin izin keluar maka wajib meminta izin kepada panitia
12. Peserta dilarang meninggalkan acara TDF kecuali dengan alasan :
   -sakit keras
   -keluarga ada yang meninggal
   -acara telah usai

SANKSI :
  1. Dapat berupa peringatan secara lisan
  2. Menyita barang yang diketahui melanggar peraturan TDF 2017
  3. Tidak boleh mengikuti rangkain acara TDF berikutnya


Pastikan seluruh peserta memahami tata tertib tersebut ya
Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan :)
Semangat Tour De FKIK #9 2017!

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
    

Sabtu, 04 Februari 2017

Kanker Semakin Mengancam, Waspadalah!

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak didunia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan berdasarkan data Susenas 2014 dan 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254.900.000 jiwa. Angka tersebut tentu bukan angka sembarangan dan bahkan menjadi tantangan bagi kita mengingat negara kita mempunyai visi untuk mewujudkan Indonesia sehat 2020. Berbicara tentang hal kesehatan, dewasa ini di Indonesia terdapat beberapa masalah kesehatan penduduk yang masih perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari semua pihak, antara lain yaitu tingginya penderita penyakit kanker.

Menurut data Riskesdas 2013, pravelensi penyakit kanker di Indonesia secara keseluruhan mencapai 330.000 orang atau jika diprosentasekan menjadi 1,4%. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tempat dengan jumlah prosentase penderita penyakit kanker terbesar di Indonesia, yakni 0,41%.
Kemudian diikuti dengan provinsi Jawa Tengah (0,21%), Bali (0,2%), serta DKI Jakarta dan Bengkulu dengan masing masing prosentase 0.19%. Balitbang Kemenkes juga merilis data yang tak jauh berbeda angkanya. Di tahun 2013, Balitbang Kemenkes memperkirakan jumlah penderita penyakit kanker di Indonesia mencapai 347.792 orang.

Tidak hanya di Indonesia, Penyakit kanker ternyata juga merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh penyakit kanker. Lebih dari 30% dari kematian akibat penyakit kanker disebabkan oleh lima faktor risiko perilaku dan pola makan, yaitu: (1) Indeks massa tubuh tinggi, (2) Kurang konsumsi buah dan sayur, (3) Kurang aktivitas fisik, (4) Penggunaan rokok, dan (5) Konsumsi alkohol berlebihan.

Menurut Trachootham, 2006, penyakit kanker biasanya mucul dengan karakteristik adanya gangguan atau kegagalan mekanisme pengaturan multiplikasi pada organisme multiseluler sehingga terjadi perubahan perilaku sel yang tidak terkontrol. Perubahan tersebut disebabkan adanya perubahan atau transformasi genetik, terutama pada gen-gen yang mengatur pertumbuhan, yaitu protoonkogen dan gen penekan tumor.

Sel-sel yang mengalami transformasi terus-menerus berproliferasi dan menekan pertumbuhan sel normal.
Penyakit kanker juga ditandai dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali serta dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita sehingga merusak fungsi jaringan tersebut. Penyebaran (metastasis) sel kanker dapat melalui pembuluh darah maupun pembuluh getah bening. Sel penyakit kanker dapat berasal dari semua unsur yang membentuk suatu organ, dalam perjalanan selanjutnya tumbuh dan menggandakan diri sehingga membentuk massa tumor.

Sebenarnya, penyakit kanker dapat dicegah dengan menghindari penyebab dan faktor risiko serta berperilaku hidup sehat. Cara hidup sehat yang dapat menurunkan risiko kanker diantaranya adalah mengurangi makan makanan berlemak, diet seimbang dan olahraga teratur, mengurangi makan makanan yang diawetkan, membatasi minum minuman mengandung alkohol, lebih banyak makan makanan berserat, lebih banyak makan makanan yang segar, hindari kebiasaan merokok, olahraga teratur (4x/minggu, 30-60 menit), upayakan hindari stres dengan bersantai bersama keluarga dan melakukan hobi. Selain itu, penyakit kanker juga dapat dicegah dengan periksakan kesehatan secara teratur, diantaranya vaksinasi (vaksinasi untuk Hepatitis dan HPV), deteksi dini kanker, serta ketrampilan untuk memeriksa diri sendiri seperti: SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Penyakit kanker akan mudah diobati jika ditemukan dalam stadium dini sehingga harus dicegah sebagai upaya agar tidak masuk ke dalam fase lanjut yang lebih parah dan membutuhkan perwatan yang lebih sulit. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.