Sabtu, 26 September 2015

SEKOLAH PENGMAS 2015


Sekolah Pengabdian Masyarakat (Sekolah Pengmas) dulu bernama Bakti Sosial Wilayah (Baksoswil) merupakan kegiatan rutin tahunan ISMKI dan program kerja dari Bidang Pengabdian Masyarakat Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Wilayah III. Tahun ini Sekolah Pengmas diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ini merupakan tahun pertama kegiatan ini diadakan semenjak berubah nama menjadi Sekolah Pengmas. Kegiatan ini dilakukan selama 5 hari mulai tanggal 21 – 25 Oktober 2015 dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
1. Welcoming Party
Acara penyambutan ditujukan kepada para delegasi yang akan dilaksanakan pada hari pertama pelaksanaan Sekolah Pengmas 2015.
2. Sekolah Pengmas
Merupakan pembekalan materi kepada delegasi tentang pengembangan masyarakat yakni meliputi materi:
ü Materi Non-Communicable Disease (NCD)
ü Materi Kesehatan Ibu Anak (KIA)
ü Materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
3. Gerakan Fakultas Kedokteran Mengajar (GFKM)
Merupakan kunjungan ke suatu Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah Yogyakarta dimaana delegasi Sekolah Pengmas berbagi ilmu kepada siswa-siswi di SMA tersebut mengenai pengembangan masyarakat.
4. Community Health Analysis (CHA)
CHA atau Analisis Kesehatan Masyarakat merupakan langkah awal dalam membentuk suatu desa binaan dalam bidang pengembangan masyarakat. Kegiatan ini berupa kunjungan ke sebuah desa dimana delegasi akan mengadakan bakti sosial, pemeriksaan kesehatan, serta bersama-sama dalam “Pengmas Time” dibekali materi dan berdiskusi mengenai pengembangan masyarakat.
5. Farewell Party
Acara pelepasan delegasi sebagai penutupan acara Sekolah Pengmas 2015 yang akan dilaksanakan di desa.
6. City Tour
Merupakan rangkaian hiburan bagi delegasi Sekolah Pengmas 2015 sekaligus untuk memperkenalkan kota Yogyakarta kepada delegasi.
    

Rabu, 02 September 2015

Jumat, 08 Mei 2015

SEMAKU Medical Olympiad (SMO)

SEMAKU Medical Olympiad (SMO)

Yogyakarta 22/03/2015. SEMAKU Medical Olympiad (SMO) merupakan program kerja tahunan Divisi Pendidikan dan Profesi Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter (HMPD) SEMAKU FKIK UMY. SEMAKU Medical Olympiad (SMO) adalah suatu ajang kompetisi bagi mahasiswa pendidikan dokter dalam bentuk olimpiade. Kegiatan ini merupakan seleksi untuk mendapatkan perwakilan atau delegasi FKIK UMY dalam Indonesian Medical Olympiad (IMO).
Dalam pelaksanaannya, perlombaan SMO akan dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap penyisihan dan tahap final. Tahap penyisihan meliputi babak Multipe Choice Question (MCQ) dan babak Objective Structured Practical Examination (OSPE), sedangkan untuk tahap final meliputi babak Structured Objective Case Anlysis and Public Health (SOCA-PH), dan babak Mini Objective Structured Clinical Examination (Mini-OSCE).
SMO ada 5 cabang ilmu yang akan dilombakan. Cabang ilmu yang dilombakan meliputi :
1.      Cabang Kardiorespirasi
2.      Cabang Disgestif
3.      Cabang Neurologi dan Psikiatri
4.      Cabang Muskuloskeletal
5.      Cabang Uroreprogenitalia
           Diharapkan dengan adanya olimpiade ini, mahasiswa kedokteran mampu mengeksplor potensi dan kemampuan terbaiknya dengan niat, motivasi, dan usaha keras sehingga bisa menghasilkan prestasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara serta ahli di bidangnya sebagai tenaga kesehatan. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 20 ayat 2 menyebutkan “Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat” yang biasa disebut dengan tridharma perguruan tinggi.

           SEMAKU Medical Olympiad (SMO) merupakan program kerja tahunan Divisi Pendidikan dan Profesi Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter (HMPD) SEMAKU FKIK UMY. Kegiatan ini adalah sebagai ajang kompetisi bagi mahasiswa pendidikan doter dalam bentuk oimpiade. SMO merupakan seleksi yang harus diikuti mahasiswa sebelum akhirnya menjadi perwakilan atau delegasi FKIK UMY dalam Indonesian Medical Olympiad (IMO).            

Dengan diselenggarakannya SMO ini diharapkan mahasiswa mampu mengeksplor dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki dengan niat, motivasi, dan usaha keras sehingga bisa menghasilkan prestasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara serta ahli di bidangnya sebagai tenaga kesehatan,dan bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional sebagai dokter yang unggul dan islami
    

ANAMNESIS BAHASA JAWA 2015

ANAMNESIS BAHASA JAWA (ABJ)

Yogyakarta 22/03/2015. Bahasa Jawa merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Yogyakaerta selain bahasa Indonesia. Di sinilah pentingnya mempelajari bahasa Jawa, tak terkecuali bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam dunia kesehatan, komunikasi adalah hal yang vital terutama untuk berkomunikasi dengan pasien untuk mengetahui keadaan dan keluhan pasien tersebut.
Kegiatan Anamnesis Bahasa Jawa (ABJ) merupakan suatu kegiatan dalam lingkup acara Milad FKIK UMY yang diadakan setiap tahunnya ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa. Kegiatan ini merupakan media bagi semua mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dimana beberapa mahasiswa yang telah mendaftarkan diri dapat mempelajari bagaimana cara berbahasa Jawa yang sesuai tata krama dalam melakukan anamnesis kepada pasien yang berbahasa Jawa.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam waktu 2 pekan ini diselenggarakan oleh divisi Language Club dari setiap HMJ, yaitu SEMAKU, HIMAKAGI, HIMFA, dan HIMIKA. Minggu pertama merupakan rangkaian acara pelatihan bagi calon peserta lomba Anamnesis Bahasa Jawa dan di minggu kedua merupakan rangkaian acara lomba Anamnesis Bahasa Jawa. Peserta lomba Anamnesis Bahasa Jawa diberikan skenario dan diminta untuk melakukan anamnesis dengan bahasa Jawa sesuai aturan tata karma yang ada.

Anamnesis Bahasa Jawa (ABJ) ini mendapatkan apresiasi yang baik karena antusiasme dari mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini bukan hanya dari mahasiswa yang sudah mahir bahasa Jawa saja, namun banyak mahasiswa luar Jawa yang belum mahir yang ikut serta.
    

Jembatan Aspirasi Mahasiswa dan Dekanat

Jembatan Aspirasi Mahasiswa dan Dekanat

Yogyakarta, 16/03/2015. Banyaknya permasalahan dan isu-isu yang beredar dikalangan mahasiswa pendidikan dokter baik yang bersifat akademis dan non-akademis menginisiasi divisi Advokasi Mahasiswa Himpunan Pendidikan Dokter (HMPD) SEMAKU untuk mengadakan Sarasehan Bareng Dekanat atau yang biasa dikenal dengan Sardek yang bertujuan untuk menjembatani penyampaian aspirasi, kritik, maupun saran dari mahasiswa kepada dekanat pendidikan dokter dan jajarannya secara langsung.

Sardek merupakan program kerja tahunan divisi Advokasi Mahasiswa (Advom). Pada tahun ini, sardek diadakan pada hari Senin, 16 Maret 2015 dengan tema Speak Up ! Because We’re worth To Be Listened. Kegiatan ini dihadiri oleh 16 dekanat, dosen dan staff, seluruh kosema, perwakilan Kegiatan Mahasiswa Jurusan (KMJ), dan perwakilan dari 4 angkatan. Permasalahan yang diangkat pada sardek tahun ini meliputi kurikulum baru angkatan 2014, seputar modul dan praktikum, tutorial dan yudisium angkatan 2011. Permasalahan yang diangkat berasal dari mahasiswa yang disampaikan kepada divisi advom baik melalui kosema maupun email. Permasalahan-permasalahan yang terkumpul tersebut diolah dan dibuat questioner yang kemudian dibagikan kepada setiap angkatan melalui tutorial. Hasil dari questioner tersebut merupakan fakta yang diajukan kepada dekanat pendidikan dokter.

Selain permasalahan-permasalahan yang diangkat diatas, terdapat beberapa pertanyaan yang secara spontan dilontarkan oleh mahasiswa perwakilan angkatan maupun KMJ terkait hasil dari visitasi akreditasi Pendidikan Dokter yang telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2014. Hasil yang seharusnya keluar pada bulan Februari 2015 tersebut masih menjadi misteri. Mahasiswa khususnya angkatan 2011 bertanya-tanya tentang hal tersebut. Hal yang berkaitan dengan masa depan dan nasib ijasah mereka ke depan.

Untuk akreditasi masih akan dirapatkan di dikti (profesor – profesor). Ada beberapa PTN yang keberatan jika kita menjadi A, sehingga yang seharusnya bulan Februari diumumkan, menjadi terhambat. Semoga kita bisa menjadi A.dr. Alfaina selaku Kepala Prodi Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.