Jumat, 08 Mei 2015
SEMAKU Medical Olympiad (SMO)
SEMAKU Medical Olympiad (SMO)
Yogyakarta 22/03/2015. SEMAKU Medical Olympiad (SMO) merupakan program kerja tahunan Divisi Pendidikan dan Profesi Himpunan
Mahasiswa Pendidikan Dokter (HMPD) SEMAKU FKIK UMY. SEMAKU Medical Olympiad (SMO) adalah suatu ajang kompetisi bagi mahasiswa
pendidikan dokter dalam bentuk olimpiade. Kegiatan ini merupakan seleksi untuk
mendapatkan perwakilan atau delegasi FKIK UMY dalam Indonesian Medical Olympiad
(IMO).
Dalam
pelaksanaannya, perlombaan SMO akan dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap penyisihan
dan tahap final. Tahap penyisihan meliputi babak Multipe Choice Question (MCQ)
dan babak Objective Structured Practical Examination (OSPE), sedangkan untuk
tahap final meliputi babak Structured Objective Case Anlysis and Public Health
(SOCA-PH), dan babak Mini Objective Structured Clinical Examination
(Mini-OSCE).
SMO ada 5
cabang ilmu yang akan dilombakan. Cabang ilmu yang dilombakan meliputi :
1.
Cabang
Kardiorespirasi
2.
Cabang
Disgestif
3.
Cabang
Neurologi dan Psikiatri
4.
Cabang
Muskuloskeletal
5.
Cabang Uroreprogenitalia
Diharapkan
dengan adanya olimpiade ini, mahasiswa kedokteran mampu mengeksplor potensi dan
kemampuan terbaiknya dengan niat, motivasi, dan usaha keras sehingga bisa
menghasilkan prestasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara serta ahli di bidangnya
sebagai tenaga kesehatan. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No.20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 20 ayat 2 menyebutkan
“Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat” yang biasa disebut dengan tridharma perguruan
tinggi.
SEMAKU
Medical Olympiad (SMO) merupakan program kerja tahunan Divisi Pendidikan dan Profesi Himpunan
Mahasiswa Pendidikan Dokter (HMPD) SEMAKU FKIK UMY. Kegiatan ini
adalah sebagai ajang kompetisi bagi mahasiswa pendidikan doter dalam bentuk
oimpiade. SMO merupakan seleksi yang harus diikuti mahasiswa sebelum akhirnya
menjadi perwakilan atau delegasi FKIK UMY dalam Indonesian Medical Olympiad
(IMO).
Dengan diselenggarakannya SMO ini
diharapkan mahasiswa mampu mengeksplor dan mengoptimalkan potensi yang
dimiliki dengan niat, motivasi, dan usaha keras sehingga bisa menghasilkan
prestasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara serta ahli di bidangnya sebagai
tenaga kesehatan,dan bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional
sebagai dokter yang unggul dan islami
ANAMNESIS BAHASA JAWA 2015
ANAMNESIS BAHASA JAWA (ABJ)
Yogyakarta 22/03/2015. Bahasa
Jawa merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Yogyakaerta selain bahasa
Indonesia. Di sinilah pentingnya mempelajari bahasa Jawa, tak terkecuali bagi
mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta. Dalam dunia kesehatan, komunikasi adalah hal yang vital terutama
untuk berkomunikasi dengan pasien untuk mengetahui keadaan dan keluhan pasien
tersebut.
Kegiatan
Anamnesis Bahasa Jawa (ABJ) merupakan suatu kegiatan dalam lingkup acara Milad
FKIK UMY yang diadakan setiap tahunnya ini bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan berbahasa Jawa. Kegiatan ini merupakan media bagi semua mahasiswa
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dimana beberapa mahasiswa yang telah mendaftarkan
diri dapat mempelajari bagaimana cara berbahasa Jawa yang sesuai tata krama
dalam melakukan anamnesis kepada pasien yang berbahasa Jawa.
Kegiatan
yang diselenggarakan dalam waktu 2 pekan ini diselenggarakan oleh divisi
Language Club dari setiap HMJ, yaitu SEMAKU, HIMAKAGI, HIMFA, dan HIMIKA.
Minggu pertama merupakan rangkaian acara pelatihan bagi calon peserta lomba
Anamnesis Bahasa Jawa dan di
minggu kedua merupakan rangkaian acara lomba Anamnesis Bahasa Jawa. Peserta
lomba Anamnesis Bahasa Jawa diberikan skenario dan diminta untuk melakukan
anamnesis dengan bahasa Jawa sesuai aturan tata karma yang ada.
Anamnesis Bahasa Jawa (ABJ) ini mendapatkan
apresiasi yang baik karena antusiasme dari mahasiswa yang mengikuti kegiatan
ini bukan hanya dari mahasiswa yang sudah mahir bahasa Jawa saja, namun banyak
mahasiswa luar Jawa yang belum mahir yang ikut serta.
Jembatan Aspirasi Mahasiswa dan Dekanat
Jembatan Aspirasi Mahasiswa dan
Dekanat
Yogyakarta,
16/03/2015. Banyaknya
permasalahan dan isu-isu yang beredar dikalangan mahasiswa pendidikan dokter baik
yang bersifat akademis dan non-akademis menginisiasi divisi Advokasi Mahasiswa
Himpunan Pendidikan Dokter (HMPD) SEMAKU untuk mengadakan Sarasehan Bareng
Dekanat atau yang biasa dikenal dengan Sardek yang bertujuan untuk menjembatani
penyampaian aspirasi, kritik, maupun saran dari mahasiswa kepada dekanat pendidikan dokter dan jajarannya secara
langsung.
Sardek merupakan program kerja tahunan divisi Advokasi
Mahasiswa (Advom). Pada tahun ini, sardek diadakan pada hari Senin, 16 Maret 2015
dengan tema “Speak Up ! Because We’re worth To
Be Listened”. Kegiatan
ini dihadiri oleh 16 dekanat, dosen dan staff, seluruh kosema, perwakilan
Kegiatan Mahasiswa Jurusan (KMJ), dan perwakilan dari 4 angkatan. Permasalahan
yang diangkat pada sardek tahun ini meliputi kurikulum baru angkatan 2014,
seputar modul dan praktikum, tutorial dan yudisium angkatan 2011. Permasalahan
yang diangkat berasal dari mahasiswa yang disampaikan kepada divisi advom baik
melalui kosema maupun email. Permasalahan-permasalahan yang terkumpul tersebut
diolah dan dibuat questioner yang kemudian dibagikan kepada setiap angkatan
melalui tutorial. Hasil dari questioner tersebut merupakan fakta yang diajukan
kepada dekanat pendidikan dokter.
Selain permasalahan-permasalahan yang diangkat diatas,
terdapat beberapa pertanyaan yang secara spontan dilontarkan oleh mahasiswa
perwakilan angkatan maupun KMJ terkait hasil dari visitasi akreditasi Pendidikan
Dokter yang telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2014. Hasil yang seharusnya
keluar pada bulan Februari 2015 tersebut masih menjadi misteri. Mahasiswa
khususnya angkatan 2011 bertanya-tanya tentang hal tersebut. Hal yang berkaitan
dengan masa depan dan nasib ijasah mereka ke depan.
“Untuk akreditasi masih akan dirapatkan
di dikti (profesor – profesor). Ada
beberapa PTN
yang
keberatan jika kita menjadi A, sehingga yang seharusnya bulan Februari diumumkan,
menjadi terhambat.
Semoga kita bisa menjadi A.” dr. Alfaina selaku Kepala Prodi
Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Mengajar untuk Belajar
Mengajar untuk Belajar
Yogyakarta, 12/03/2015. Sebagaimana salah satu
tujuan negara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 “....Mencerdaskan
kehidupan bangsa....”, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter SEMAKU mengadakan
program kerja tahunan yaitu Semaku Mengajar. Semaku Mengajar atau yang biasa
disingkat SeMe mengangkat tema “Karena Mendidik adalah Kewajiban Setiap Orang
Terdidik” dan dilaksanakan bersama dengan pelaksanaan Bulan Bakti ISMKI yang
bertema “Oftalmologi”. Semaku Mengajar difokuskan untuk meningkatkan peran
serta mahasiswa PSPD 4 angkatan dengan harapan meningkatkan jiwa sosial dalam
ranah pendidikan, lebih peka dan peduli akan realita pendidikan di Indonesia,
dapat menularkan optimisme, serta dapat belajar kepemimpinan dalam mengajar.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 12
Mei 2015 di Balai Desa Dusun Demangan, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu,
Kabupaten Bantul, DIY. Pelaksanaan kegiatan ini dengan mengelompokkan anak-anak
berdasarkan tingkat pendidikan dan usia : Usia 4-5 tahun (Pra TK dan TK), Usia
6-8 tahun (Kelas 1-3 SD), Usia 9-11 tahun (Kelas 4-6 SD). Setiap kelompok anak
akan belajar sesuai dengan usia dan kemampuan mereka, seperti kelompok pra TK
dan TK usia 4-5 tahun belajar cara menulis, berhitung, menyanyi, menggambar dan
mempraktekkan doa sehari-hari; kelompok kelas 1-3 SD usia 6-8 tahun belajar
matematika dasar, bahasa Inggris, dan pengenalan oftalmologi; dan kelompok
kelas 4-6 SD usia 9-11 tahun belajar matematika, bahasa Jawa, pengetahuan umum,
kebangsaan, dan pengenalan oftalmolgi.
Di sela-sela proses belajar semua anak
diberikan mini ulanga pada 15 menit terakhir pembelajaran untuk mengetahui daya
tangkap dan pemahaman anak setelah proses belajar dilakukan sebagai bahan
evaluasi metode pembelajaran. Kegiatan praktik mencuci tangan standar WHO ini
diajarkan untuk melatih higienitas diri anak ketika akan makan ataupun kegiatan
lain. Setelah selesai belajar seluruh anak-anak diajak dan dipandu oleh
fasilitator untuk membuat prakarya yaitu mengecat celengan gerabah yang
berbentuk binatang. Acara dilanjutkan dengan mempersembahkan sebuah drama
berjudul “Nyanyian Kardus” menceritakan anak miskin dan bodoh yang selalu
dicemooh temannya namun dia berusaha belajar dengan keras akhirnya bisa menjadi
menggapai cita-citanya menjadi dokter. Di akhir acara peserta mendapatkan reward
ditentukan dari mini ulangan dari tiap kelompok usia dan untuk seluruh peserta
mendapatkan bingkisan berupa pensil dan penghapus.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)






