Sabtu, 21 November 2015

LKMM Dasar: BRAVEchialis

Assalamu'alaikum. Halo Olecranon, bagaimana kabarnya nih? Sudah siap kan untuk acara yang luar biasa. Yang dapat mempererat rasa kekeluargaan diantara kalian. Yup, acara tersebut adalah LKMM Dasar BRAVEchialis yang akan diadakan pada tanggal 28-29 November 2015. Acara ini diadakan di Desa Kalipucang. Kalian sudah tahu dimana Desa Kalipucang itu berada? Tenang, kita akan berangkat bersama pada tanggal 28 November 2015 pada pukul 16.30 WIB. Sebelumnya kita berkumpul terlebih dahulu di Lobby C.






  • Berikut ini adalah rundown acara dari LKMM Dasar BRAVEchialis:
Rundown
DAY 1
Waktu
Kegiatan
Lokasi
16.30 – 17.00
Regis keberangkatan
Lobi C
17.00 – 17.30
Berangkat ke desa

17.30 – 18.00
Pembagian kamar, istirahat, sholat
SD Kalipucang
18.00 – 19.00
Pembukaan & Fasil Time
Ruang Materi
19.00 – 19.20
Sholat
Ruang Materi
19.20 – 19.40
Makan Malam
19.40 – 21.00
Materi Public Speaking oleh dr.Fatnan
Ruang Materi
21.00 - 21.05
Coffee Break
21.05 – 22.05
Materi Community Leader oleh Rijal Maulana Haqim
22.05 – Selesai
Malam keakraban
Did you see the shooting stars tonight?
Lapangan Kalipucang
Istirahat
Kamar peserta

DAY 2
Waktu
Kegiatan
Lokasi
03.00 – 04.00
Tahajud
Kamar peserta
04.00 – 05.00
Sholat & Istirahat
05.00 – 05.30
Mobilisasi
05.30 – 06.30
Game besar
Lapangan
06.30 – 07.15
Istirahat, Sholat dhuha, & Mandi
Kamar peserta
07.15 – 07.30
Sarapan
Ruang Materi
07.30 – 09.00
Materi Kepengmasan oleh Basofi Ashari Mappakaya
09.00 – 09.05
Coffee break
09.05 – 10.30
Materi Community Health Analysisoleh Ex-Delegasi Sekolah Pengmas 2015
10.30 – 11.00
Fasil Time (Briefing BRAVEchialis on Action)
11.00 – 12.00
Istirahat & Sholat makan
Ruang Materi
12.00 – 13.00
BRAVEchialis on Action (Aksi Sosial Tensi Keliling)
Desa Kalipucang
13.00 – 13.30
Fasil Time (Sharing BOA)

13.30 – 13.45
Istirahat, Sholat, Mandi
Kamar peserta
13.45 – 14.45
Penutupan
Ruang Materi
14.45 – 15.30
Pemulangan Peserta

 

  • Adapun ketentuan yang harus dipatuhi oleh peserta adalah:
    1. Peserta wajib menggunakan co-card peserta selama acara LKMM Dasar berlangsung.
    2. Peserta tidak diperbolehkan mengaktifkan handphone atau alat elektronik lainnya pada saat kegiatan berlangsung.
    3. Peserta wajib memakai pakaian ala skills lab dan membawa 1 pakaian ala skills lab.
    4. Peserta tidak diperkenankan untuk mengenakan perhiasan, kalung, anting, gelang, atau barang berharga lainnya.
    5. Peserta tidak diperkenankan membawa alat-alat kosmetik.
    6. Peserta dilarang membawa senjata tajam, rokok, maupun minuman keras.
    7. Peserta wajib menerapkan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun).
    8. Peserta wajib menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan desa.
    9. Peraturan yang belum tercantum dalam peraturan di atas akan diberitahukan lebih lanjut.
  • Barang-barang yang harus dibawa oleh peserta adalah:
    1. Pakaian:
      • Ala skills lab tanpa jas lab seperti yang sudah dijelaskan.
      • Kaos lengan panjang, training, sepatu kets (tidak ketat dan tidak transparan).
      • Baju ganti secukupnya.
    2. Alat mandi
    3. 1 glowstick
    4. Alat sholat
    5. Obat-obatan pribadi
    6. Alat mandi secukupnya
    7. Buku dan alat tulis 
  • Tugas yang harus dikerjakan praacara:
    1. Cari 1 pencapaian terbesar dan masalah terbesar dalam hidup (tidak perlu ditulis).
    2. Siapkan PTB (Pesan Tak Bertuan)
  • Berikut ini adalah pembagian kelompok: 


Kelompok 1

Mahendra Agnaf Agassy
Fakikha Aditami
Muhammad Azhar Basyir
Rahmana Febri Saputra
Agnesia Yonar Virgansa
Abdillah Fuad Muhammad
Rindha Ilyasa Setya
Pembayun Sekar Kinanti
M. Habib Maulana Al-Hijri
Prasetya Aji Dewanta
Shidqi Ahmad Zaidan
Siti Sri Ayu Baba
Renita Fahdaniatus
Inayah Edy Nawawi
Lutfi Afifudin
Ghisa Anindya Widyatami
 

Kelompok 2

Ilham Thegar
Aisy Luthfianisa Putri
Khadijah Adha Kamila
Desty Widyastuti
Rahaditya Alrasyidi
Zainab Az Zahra
Husnun Nadiyatis Sobah
M Dhika Dayu W
Tia Nuraini Fatikhah M
Wingga Chrisna Aji
Noviana Haryuni
Yazid Azhari Utama
Bhaihaki Mattarum H
Lailatul Hidayanti S
Bhimo Aji Hernowo
Citra Kartika

 Kelompok 3

Almas Machillla Chabbaty
Riri Warditasari S
Indira Putri Fiana Dewi
Nurzahra Vianisa
Yasinta Nissa Istiqomah
Nur Alim
Nu’man Nuryahya S
Dewi Aprilia Nur Listiowati
Dwi Prastyo
Muhammad Alfa Rayyan
Helmira Astika
Ismayandi Ridhan Mutiarso
Muchammad Fairuz Ali Nabil
Rika Estri Rahmawati
Emalia Hendi
Karina Safira G

Kelompok 4

Bagus Duto Utomo
Amien Rais Zarkasih
Lalu Muhammad Mizanul Khair
Rizki Akbar Wiguna
Safira Novia Brilianti
Syifa Arindasari Djohar
Ihsana Khoirun-nisa
Ayu Lestari
I Gusti Ayu Putri Anom Sari
Kevin Anindyta Adi Narendra
Dwi Rizki K. Tianotak
Oktavia Nur Sukmawati
Diana Dewi Hestia
Tsani Antafani
Nurul Afiati

 Kelompok 5

Resty Isnaini
Adam Izza Fahrian
Brian Indra Wijaya
M. Akhyar Baharuddin
Fajar Prianto Nugroho
Kholifatul Amalia
Chintia Dyah Ayuning Putri
Medina Fitriananda L
Bintan Lauda
Citra Dwi Permatasari
Nurul Afifah Khaerani
Laksita Amelia Paramesti
Fajariska Kusuma Jati
Irfan Fauzani Djohar
Dayu Laras Wening

Kelompok 6

Rifqi Agivan Dinanda
Vylomonicca Anggunio
Inggid Linggar Tirani
Muhammad Burhanuddin R
Irving Burham Sulistya
Sekarayu Maharani
Lovina Hana Savitri
Hafizh Izzudin
Virgiawan Andrey Wicaksana
Yulinda Surya Cahyani Putri
Farida Nur Affia
Anky Angga Alhudha
Sanggit Fajar Priyanto
Dede Prayudha
Latifah Hamida

 Kelompok 7

Mohamad Rifki Haulalata
Zulfan Aryo Bagaskoro
Tri Puji Hardiyanti
Annisa Ade Novita
Eva Fatmasyarif
Danis Noorveby Rachmawati
Dina Nurfitria Ulfah
Arum Ratnaningtyas
Wa Ode Fika Fahriyanti
Ahmad Veda Yudanto
A Aufa Ahdi Al Haq
Fisna Sinantia
Marivansaby Vitrya Lasarik
Zulfa Nadia Danasti
Anggun Heriyanti Pratiwi

Kelompok 8

Lutfi Fardias Rizaldy
Muhamad Khaisar Ibrahim
Nadia Diva Ayu Dewanti
Ilma Nazhira
Karina Rizkita Ramadhanti G
Dienda Sesioria Assyakur K
Mela Resti Ayuningtia S
Wilda Fadhilah
Muna Utamy Rasyid
Vicky Ramadhanu
Rizkan Triatmaja
Cholyfah Vidyawati Putri
Dwi Wijayanti
Tomy Hardianto
Alfin Hidayatullah Sidi Rachmad

 Kelompok 9

Yunita Dwie Prastika
Intania Lita Pramesti
Wan Fahry Rizka Utama
Muhammad Prastha Pradipta
Eka Ananta Nur Anisa
Ghina Annisa Sukowati
Wahyu Adi Anggoro
Erviani Yanura Trisna W
Julio Fanisma Dhama
M Abdan Syakuro
Fajmei Aisyah Rahmawati
Muhammad Hafizh Zharfan
Sabrina Fitri Permatasari
Sarah Disa Khoirunnisa
Rizqiya Nindar Rahma Dinanti

Kelompok 10

Farah Gina Mufidah
Renandita Ekapari
Dewi Puspita Sari
Muhammad Asyraf
Mentari Puspa Rima
Dwinda Ariani Maghfira
Rusmilawati
Nazalla Gwen Vaganesha
Muhammad Eduard Dhaniaza
Nidya Sevina
Ayunindya Adila Atista Sari
Prasasta Asrawijaya
Rane Desmalani
Siti Munfarikah
Noor Aulia Fajriyati
 

 Tetap semangat dalam mengikuti rangkaian acara LKMM Dasar BRAVEchialis
-Be Brave As Different Youth Because We Are Extraordinary Generation-
    

Minggu, 15 November 2015

15 - 11 - 15

"Faktanya memang tak secantik angkanya."

Hari Paru-Paru Sedunia adalah hari yang dijadikan sebagai tanda kepada seluruh penduduk dunia bahwa Penyakit Paru-Paru sudah mulai menjadi penyakit umum dalam masyarakat dunia. Hampir di seluruh negara tiap tahunnya terdapat kasus Penyakit Paru-Paru. Penyebaran penyakit paru-paru di kalangan masyarakat dunia tidak pandang usia, mulai anak-anak hingga dewasa dapat terserang penyakit ini. Beberapa jenis Penyakit Paru-Paru dapat berupa Radang Paru, Kanker Paru juga Emfisia, dan masih ada lagi penyakit lainnya yang bisa dikatakan sebagai spesifikasi dari ketiganya. Seperti yang sudah dikatakan bahwa Penyakit Paru-Paru tidak memilih siapa objek yang akan diserang , penyakit ini menyerang semua usia, mulai dari usia dini seperti  anak-anak usia di bawah 6 tahun. Akibat dan dampak dari Penyakit Paru Paru dapat berupa cacat bahkan hingga kematian.Karena Penyakit ini juga menyerang anak-anak , Angka Kematian anak pun ikut dipengaruhi dan menjadi dampak dari Penyakit ini. Salah satu Penyakit paru-paru yang menyerang anak adalah radang paru.

“Radang paru-paru masih merupakan penyakit yang sangat berbahaya – penyakit tersebut telah membunuh lebih banyak anak balita dibandingkan dengan HIV/AIDS, malaria, luka dan campak bila digabungkan – dan meskipun jumlahnya menurun, dengan hampir 1 juta kematian per tahun, tidak ada ruang untuk berpuas,” menurut Mickey Chopra, kepala program kesehatan global UNICEF.
Kasus Pneumonia yang masih menjadi "Pembunuh Utama" anak - anak di dunia
Radang paru-paru masih merupakan diantara pembunuh utama anak-anak, diperkirakan sebesar 15 persen kematian, atau sekitar 940.000 anak per tahunnya .Namun kematian akibat penyakit ini mengalami penurunan hingga 44 persen sejak tahun 2000, menurut angka yang dirilis baru-baru ini oleh UNICEF.

Seth Berkley, CEO dari GAVI, Vaksin Alliance mengatakan bahwa kemitraan sedang bekerja untuk mempercepat ketersediaan vaksin yang melindungi anak-anak di dunia terhadap radang paru-paru.


“Sejak tahun 2000, GAVI telah membantu mengimunisasi hampir 200 juta anak-anak dengan vaksin pentavalent dan lebih dari 25 juta dengan vaksin konjugasi pneumokokus, yang keduanya melindungi terhadap penyebab utama radang paru-paru,” ujar beliau. “Kami berkomitmen untuk lebih memperluas akses terhadap vaksin ini sebagai bagian dari pendekatan terpadu untuk pencegahan dan pengendalian radang paru-paru.”


PBB, khususnya WHO dan UNICEF, memang lebih memfokuskan pada pencegahan dini penyebaran penyakit paru - paru melalui anak anak. Mengingat anak anak adalah pemegang kunci generasi dunia, sehingga walaupun PBB tetap berupaya untuk melakukan tindak preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap seluruh golongan usia, namun mereka lebih terfokuskan pada anak anak.


Apa saja Gejala yang timbul akibat Penyakit Paru?

Kenali sedini mungkin Gejala, Penyebab dan Pengobatan Penyakit Paru-Paru. 

Penyakit Paru-Paru adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang dan terisi oleh cairan.

Penyakit paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk infeksi oleh bakteria, virus, jamur, atau parasit.

Penyakit paru-paru dapat juga disebabkan oleh dampak dari zat-zat kimia atau cedera fisik pada paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau berlebihan konsumsi alkohol.


Deteksi Atau Ciri Awal Gejala Penyakit Paru-paru:


  1. Pernapasan cepat dangkal dan kadang-kadang terdengar suara berdengik. 
  2. Batuk berdahak pada orang dewasa sering kali disertai dengan lendir yang berwarna kehijauan atau sedikit berdarah.sedangkan pada bayi tidak selalu di sertai batuk.
  3. Tanda lainya rasa sakit pada dada, rasa nyeri pada saat menghirup napas, dan penderita tampak sakit berat.
  4. Apabila telah merasakan gejala-gejala diatas sebaiknya langsung segera ke Dokter untuk dilakukan penangan lebih lanjut yang tepat.
Maka dari itu, sayangilah parumu :)

-Your Life is not Only Yours-
    

Sabtu, 14 November 2015

World Diabetes Day dan Riwayat Panjangnya


World Diabetes Day yang diperingati setiap 14 November ini memiliki lembaran riwayat panjang yang melatarbelakanginya. Sejarah adanya hari ini diawali dengan ditemukannya penyakit yang ditandai dengan penderita yang sering kencing dalam jumlah yang banyak (Poliurial) serta penurunan berat badan yang cepat tanpa disertai rasa nyeri pada 1552 SM di Mesir
Kemudian pada tahun 400 SM, seorang penulis  dari India bernama Sushratha menamakan penyakit tersebut dengan nama penyakit kencing madu (honey urine disease), sebelum akhirnya, Aretaeus pada tahun 200 SM menjadi orang yang pertama kali memberi nama Diabetes yang berarti “mengalir terus”, dan Mellitus yang berarti “manis”.
Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Tubuh pasien dengan diabetes mellitus tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas. Sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang pada penderita diabetes tersebut.

"Insulin does not belong to me, it belong to the world"
Penetapan 14 November sebagai World Diabetes Day disesuaikan dengan hari kelahiran Sir Frederick Grant Banting (1891–1941) seorang peraih penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1923 atas jasanya yang berhasil mengembangkan insulin sehingga produksi insulin dan terapi Diabetes dapat cepat menyebar ke seluruh dunia. Insulin tersebut kemudian dikembangkan lagi pada tahun 1980 oleh perusahaan bioteknologi Genentech US. Insulin diisolasi dari bakteri diubah secara genetik, yang menghasilkan sejumlah besar insulin. Para ilmuwan kemudian memurnikan insulin dan mendistribusikannya ke apotik untuk digunakan oleh pasien diabetes.
Kenaikan angka penderita diabetes
Dari tahun 1552 SM sampai saat ini, penderita diabetes terus naik. Terbukti pada taun 2013 Interna­tional Diabv netes Fede­ration (IDF) mencatat bahwa jumlah penderita diabetes di seluruh dunia meningkat mencapai 382 juta orang dan diperkirakan akan mencapai 592 juta orang pada 2035. Di Indonesia sendiri, populasi penderita diabetes mellitus (DM) hamenduduki peringkat kelima terbanyak di dunia. Hal ini diperkuat dengan data IDF Diabetes Atlas, yang menyatakan bahwa pada tahun 2013 penderita DM di Tanah Air mencapai 8.554.155 orang. Lebih ironisnya lagi pada tanggal 25 april 2015 kemarin, Prof. Dr. Achmad Rudijanto selaku Ketua Perkumpulan Endrokologi Indonesia (Perkeni) mengatakan bahwa angka tersebut semakin naik pada tahun 2014 hingga mencapai 9,1 juta orang. Itu berarti Satu dari lima penderita diabetes masih berumur dibawah 40 tahun, atau dengan kata lain penderita diabetes diantara umur 20 hingga 39 tahun sebanyak 1.671.000 orang. Sedangkan usia 40 hingga 59 tahun sebanyak 4.651.000 orang dan sisanya berusia 60 hingga 79 tahun.
            Melihat semakin meningkatnya jumlah penderita diabetes dan resiko yang bakal dialami, maka sudah sepatutnya  kita sadar bahwa gaya hidup sehat sangat diperlukan. Gaya hidup sehat akan mengurangi resiko terjadinya penyakit diabetes. Dan yang terpenting bagi semua orang bukan hanya bagi penderita, harus mewaspadai secara dini gejala - gejala diabetes. Apalagi penyakit ini terkadang datang secara diam-diam. Bahkan diabetes sering disebut orang sebagai “The Silent Killer”. Inilah yang membuat diabetes menjadi sulit teridentifikasi. Penderita diabetes tidak hanya orangtua tapi juga remaja dan pemuda. Bahkan kabar terakhir mengatakan bahwa diabetes pun kini semakin menurun atau semakin muda.
Presiden Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Profesor Sidartawan Soegondo mengatakan, kita harus bertindak sekarang dengan mengenali faktor-faktor risiko diabetes dan menyiapkan skrining untuk mendeteksi diabetes pada tahap awal.. Baik dari sisi kemanusiaan maupun keuangan, beban akibat diabetes sangat besar. Dampak yang terjadi pada penderita diabetes dan keluarganya, juga menjadi beban ekonomi yang terus meningkat pada masyarakat. Menurut estimasi baru dari International Diabetes Federation, diabetes akan menimbulkan biaya setidaknya US$ 1,2 juta per tahun di Indonesia. Jika tidak diobati, diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti serangan jantung, kebutaan, gagal ginjal dan kehilangan organ tubuh.
Karena itu kita berharap kepada pemerintah untuk selalu mengingatkan seluruh rakyat Indonesia supaya menjalani pola hidup sehat. Sosialisasi tentang kesehatan terutama menginformasikan gejala-gejala penyakit diabetes dan pencegahaan harus sering dilakukan. Sebab masalah utama  terus meningkatnya penderita diabetes di Indonesia secara umum adalah karena masih rendahnya pengetahuan kesehatan (health illiteracy) masayarakat kita. Masyarakat kita saat ini terpola dengan gaya makan modern seperti kebiasan mengkonsumsi makan cepat saji, makanan rendah serat dan makanan olahan yang umumnya mengandung pemanis buatan dalam jumlah tinggi.

Disamping itu kita harus menyadari juga upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyosialisasikan dan meminimalkan penderita diabetes, hendaknya juga didukung oleh kepedulian masyarakat kita. Masyarakat diminta tidak menganggap remeh penyakit diabetes. Pola makan dan gaya hidup sehat patut dan wajib dilaksanakan. Biasakanlah untuk selalu mengecek kesehatan tubuh supaya terhindar dari segala penyakit, terutama penyakit diabetes yang datang secara diam - diam. Mari kita jadikan Momentum Hari Diabetes Sedunia tahun 2015 ini sebagai bukti gerakan perubahan kita untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Karena hal yang manis, tidak selalu berarti gula.
Mari, Sejawat. Kurangi gula, perbanyak senyum, ya.

Your Smile is not Only Yours :D
    

Kamis, 12 November 2015

Gizi, Tantangan SDGs di Indonesia


Pentingnya perhitungan gizi seimbang.
Sumber: rspondokindah.co.id

Sustainable Development Goals atau SDGs adalah seperangkat program dan target yang ditujukan agar negara-negara di seluruh dunia mempunyai visi pembangunan berkelanjutan yang sama. SDGs  merupakan pembaharuan dari program MDGs (Millennium Development Goals), sebuah program yang memiliki maksud dan tujuan yang sama dan akan berakhir pada tahun 2015 ini.
Sustainable Development Goals

Isu-isu yang diangkat SDGs adalah pembangunan berkelanjutan atau sustainable development seperti penghapusan kemiskinan dan kelaparan, peningkatan kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan kota yang berkelanjutan, perang melawan perubahan iklim, dan perlindungan laut dan kemaritiman.
Meski pertumbuhan ekonomi terus terjadi, kasus seperti stunting masih menjadi permasalahan besar untuk sebagian besar negara di dunia. Gizi kurang masih menjadi permasalahan besar kesehatan masyarakat di abad ke-21 ini. Data WHO mencatat bahwa terdapat 162 juta balita penderita stunting di seluruh dunia, dimana 56% berasal dari Asia. Indonesia bahkan termasuk dalam lima besar negara dengan prevalensi stunting tertinggi di Asia-Afrika. Padahal gizi merupakan factor yang sangat peting untuk kemajuan suatu Negara, karena gizi yang kurang akan menyebabkan potensi sumber daya juga akan selamanya kurang.
Balita stunting
Sumber: google.com
Gizi buruk dan gizi lebih harus dilihat sebagai tantangan pembangunan. Tantangan ini tidak hanya dihadapi oleh negara rentan, namun juga negara berkembang dan bahkan maju. Kita tengah menghadapi perubahan besar-besaran dalam populasi dunia. Pada tahun 2050 penduduk dunia diestimasi akan mencapai 8-11 milyar, yang akan menyebabkan kebutuhan pangan yang jauh meningkat, padahal perubahan iklim telah memberikan dampak pengurangan jumlah hasil panen. Ini akan menjadi sebuah tantangan besar untuk ketahanan pangan, nutrisi, dan kesehatan, terutama untuk kelompok rentan.
Di samping itu, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi yang baik juga menyebabkan gizi buruk sering terjadi. Masyarakat masih menganggap makanan yang bergizi baik adalah makanan yang mahal, sedangkan tingkat penghasilan masyrakat sendiri tidak memadai untuk mendapatkan  makanan tersebut. Padahal dalam kenyataannya, makanan bergizi baik itu sangat mudah ditemukan dengan harga yang terjangkau. Maka dari ini pengetahuan masyarakat tenang makanan yang bergizi baik itu perlu ditingkatkan. Agar masalah ini tidak terus berkelanjutan.
Sebenarnya pemerintah telah berupaya untuk memperbaiki status gizi masyarakat Indonesia salah satunya dengan Peraturan Presiden no. 42 /2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Kebijakan ini menekankan konsep mengenai betapa pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bagi seseorang. 
Agenda Pembangunan Pasca-2015, atau SDGs, mendorong negara-negara dan pelaku pembangunan lainnya untuk menghadapi tantangan dengan ambisius, dan tidak menjalankan business-as-usual. Ambisi itu pula yang harus dimiliki dalam menghadapi isu nutrisi, jantung dari pembangunan yang berkelanjutan.

    

Rabu, 11 November 2015

Untuk Kesekian Kalinya Tokoh Muhammadiyah menjadi Pahlawan Nasional


Ki Bagus Hadikusumo baru-baru ini telah diangkat menjadi pahlawan nasional yang sebelumnya “hanya” menjadi pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia. Ki Bagus Hadikusumo lahir di Yogyakarta, 24 November 1890. Beliau dilahirkan di kampung Kauman dengan nama R. Hidayat pada 11 Rabi'ul Akhir 1308 H (24 November 1890). Ki Bagus adalah putra ketiga dari lima bersaudara Raden Kaji Lurah Hasyim, seorang abdi dalem putihan (pejabat) agama Islam di Kraton Yogyakarta. Beliau mendapat pendidikan sekolah rakyat (kini SD) dan pendidikan agama di pondok pesantren tradisional Wonokromo Yogyakarta. Kemahirannya dalam sastra Jawa, Melayu, dan Belanda didapat dari seorang yang bernama Ngabehi Sasrasoeganda, dan Ki Bagus juga belajar bahasa Inggris dari seorang tokoh Ahmadiyah yang bernama Mirza Wali Ahmad Baig. Selanjutnya Ki Bagus pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922), Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadijah (1926), dan Ketua PP Muhammadiyah (1942-1953). Beliau sempat pula aktif mendirikan perkumpulan sandiwara dengan nama Setambul. Pada tahun 1937, Ki Bagus diajak oleh Mas Mansoer untuk menjadi Wakil Ketua PP Muhammadiyah. Pada tahun 1942, ketika KH Mas Mansur dipaksa Jepang untuk menjadi ketua Putera (Pusat Tenaga Rakyat), Ki Bagus menggantikan posisi ketua umum yang ditinggalkannya. Posisi ini dijabat hingga tahun 1953. Ki Bagus aktif membuat karya tulis, antara lain Islam Sebagai Dasar Negara dan Achlaq Pemimpin. Karya-karya beliau yang lain yaitu Risalah Katresnan Djati (1935), Poestaka Hadi (1936), Poestaka Islam (1940), Poestaka Ichsan (1941), dan Poestaka Iman (1954).