Jumat, 03 Maret 2017

Telinga Sehat Hidup Lebih Bahagia




Mata adalah jendela untuk kita melihat dunia, tetapi pendengaran membantu kita untuk merasakan dunia. Saat pendengaran kita memburuk, hidup kita pun akan terasa demikian. Ketika seseorang mengalami gangguan pendengaran maka rangsangan yang diterima oleh telinga juga akan  berkurang  seiring waktu akan mempengaruhi kemampuan otak dalam memproses suara dan mengenali percakapan. Bahkan kita dapat kehilangan pendengaran seutuhnya atau tidak mendengar sama sekali, hal itu dapat membuat  ketajaman jiwa dan kemampuan komunikasi memburuk. Pendengaran tidak hanya mempengaruhi kemampuan komunikasi tetapi juga kemampuan kognitif karena mendengar dapat menyerap 20% informasi, angka ini lebih besar dibandingkan dengan membaca yang hanya menyerap 10% informasi.

Ternyata suara yang dapat kita dengar tidak hanya sekedar suara yang masuk melalui telinga dan dapat kita dengar. Tetapi suara yang dapat kita dengar memiliki proses panjang agar dapat kita dengar. Telinga itu sendiri memiliki tiga bagian utama dan memiliki fungsi masing-masing. Telinga bagian luar yang terdiri dari daun telinga dan liang teinga yang berfungsi untuk menangkap suara di sekitar. Setelah suara ditangkap suara akan disalurkan melalui liang telinga. Pada bagian ini, suara diubah menjadi getaran dan yang akan disalurkan ke tulang-tulang pendengaran dengan bantuan gendang telinga. Saat telah menjadi getaran suara tulang-tulang pendengaran akan membuat suara masuk ke telinga bagian dalam. Setelah berada di telinga dalam getaran suara itu akan masuk ke dalam koklea atau rumah siput yang berisi cairan dan terdapat rabut halus di dalamnya. Getaran yang di buat oleh koklea akan menyampaikan sinyal ke otak sebagai suara yang dapat kita dengar. Selain sebagai alat pendengaran, telinga juga merupakan organ keseimbangan. Telinga berfungsi mengatur dan menjaga kesimbangan tubuh karena organ ini berhubungan dengan saraf di otak yaitu Nervus ke VIII yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan mendengar. 

Menurut WHO hingga tahun 2015, diperkirakan sebanyak 360 juta (5,3%) orang di dunia mengalami gangguan pendengaran, 328 juta (91%) diantaranya adalah orang dewasa, serta 32 juta (9%) lainnya anak-anak. Prevalensi gangguan pendengaran ini meningkat seiring bertambahnya usia. Begitu banyak penyebab gangguan pendengaran ini seperti, paparan bising, infeksi, dan sumbatan kotoran telinga.

Begitu pentingnya telinga bagi manusia. Maka kita harus tetap menjaga kesehatan organ pendengaran kita. Terapkan pola hidup bersih dan sehat, hindari kebisingan serta lakukan pemeriksaan atau deteksi dini adanya ganguan pendengaran. Karena telinga yang sehat berawal dari telinga yang bersih dan pendengaran yang baik adalah pendengaran yang sehat dan berawal dari telinga yang sehat. Pendengaran yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup agar mencapai kebahagiaan.
    

0 comments :

Posting Komentar